Sudah Kenal Dengan Obligasi?

  • Whatsapp
Obligasi

Seiring dengan semakin bertambahnya usia, kebutuhan hidup juga menjadi semakin beragam. Bagi generasi milenial yang sekarang sedang menginjak usia 20-an, terutama yang sudah memiliki penghasilan tetap, adanya perencanaan jangka panjang mulai diperlukan. Bersamaan dengan itu, jumlah pemasukan yang dibutuhkan juga turut bertambah. Meskipun begitu, bekerja lebih keras ataupun menambah cabang bisnis tidak selalu menjadi pilihan yang bijak. Karena itu, tak heran investasi menjadi pilihan yang cukup menggiurkan dan belakangan ini cukup banyak menarik perhatian generasi muda.

Selain bursa saham yang sedang ramai belakangan ini, ada banyak jenis investasi yang bisa kita coba. Setidaknya ada tujuh jenis produk investasi yang beredar di Indonesia. Di antaranya adalah tabungan, deposito, reksa dana, obligasi, saham, emas dan properti. Kali ini kita akan membahas salah satunya yang mungkin masih cukup jarang terdengar, atau paling tidak kurang populer dibandingkan jenis investasi yang lain, yaitu obligasi.

Obligasi adalah istilah dalam pasar modal yang merujuk pada surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Umumnya utang ini digunakan sebagai sumber pendanaan perorangan, perusahaan maupun pemerintahan yang nantinya harus dikembalikan sesuai tanggal jatuh tempo yang disepakati kedua belah pihak. Obligasi juga memuat bunga (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi.

Investor memandang obligasi sebagai sumber dana segar yang dapat dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagaimana saham, obligasi juga dapat diperjualbelikan. Namun demikian, informasi mengenai jual-beli obligasi tidak ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), melinkan di pihak agen penjual ataupun pihak penerbit yang mengeluarkan obligasi itu sendiri. Apabila pemerintah bertindak selaku pihak penerbit obligasi, maka pemerintah akan menunjuk bank seperti digibank by DBS, lembaga sekuritas, ataupun platform investasi tertentu sebagai agen penjual obligasinya.

Ada beragam jenis obligasi yang terbagi berdasarkan patokan-patokan yang digunakan. Bisa dikatakan ada sekitar sepuluh aspek yang menjadi patokan dalam mengenali jenis-jenis obligasi, yaitu penerbit, nilai nominal, hak penukaran/opsi, sistem pembayaran bunga, perhitungan imbal hasil, bentuk, tanggal jatuh tempo dan sifatnya yang dapat ditukar dengan saham.

Penjelasan beberapa di antaranya bisa dilihat di bawah ini ya:

  • Berdasarkan nominalnya

Obligasi terbagi menjadi dua jenis berdasarkan nominalnya. Obligasi konvensional memiliki nilai nominal yang besar, sekitar satu miliar rupiah per lot. Sedangkan nominal yang lebih kecil disebut obligasi ritel dengan nilai nominal yang bisa dimulai dari. satu juta rupiah per lot.

  • Berdasarkan penerbitnya

Ada tiga pihak yang dapat menjadi penerbit obligasi. Yang pertama adalah Corporate Bond yaitu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan baik milik pemerintah (BUMN) maupun swasta. Yang kedua adalah Government Bond yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Jenis obligasi ini terbagi lagi menjadi empat jenis yaitu Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SukRi), Saving Bond Ritel (SBR) dan sukuk Negara Tabungan (SNT). Yang terakhir adalah Municipal Bond yaitu obligasi yang diterbitkan pemerintah daerah.

  • Berdasarkan sistem pembayaran bunga

Dalam obligasi, bunga sering juga disebut sebagai kupon. Ada tiga jenis kupon yang berlaku dalam investasi obligasi. Yaitu fixed coupon yang nilai bunga tetap sesuai kesepakatan, floating coupon yang nilai bunganya menyesuaikan indeks pasar uang, dan zero coupon bond yang tidak menerapkan bunga sebagai keuntungan tambahan.

  • Berdasarkan imbal hasil

Ada dua jenis obligasi berdasarkan imbal hasilnya. Obligasi konvensional menerapkan bunga sebagai keuntungan bagi investor dan obligasi syariah (sukuk) yang menawarkan perhitungan keuntungan bagi investor dengan menghindari riba.

Pemerintah sebagai pihak penerbit obligasi menunjuk digibank by DBS sebagai salah satu agen penjual yang dapat memperjualbelikan obligasi. Bicara investasi sudah pasti juga bicara keuntungan. dengan investasi obligasi via Aplikasi digibank by DBS kita bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan tersendiri tersendiri, seperti berikut:

  • Pelayanan 24/7

Dengan aktivitas yang begitu padat, kalian tidak lagi perlu meluangkan waktu untuk datang ke kantor cabang. cukup install Aplikasi digibank by DBS di handphone dan kalian pun bisa melakukan transaksi  atau sekadar memantau investasi kalian

  • Keuntungan dari bunga (kupon)

  • Ada dua tingkat imbal hasil yang berlaku pada investasi obligasi di Aplikasi digibank by DBS, yaitu fixed dan floating with floor dengan batas minimum 5,10 % p.a.
  • Jaminan keamanan

Obligasi yang terdapat di Aplikasi digibank by DBS merupakan obligasi pemerintah yang mana pembayaran kupon dan utang pokoknya dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008

  • Harga beli obligasi yang relatif terjangkau

Berdasarkan nominalnya, investasi obligasi di Aplikasi digibank by DBS merupakan obligasi ritel dengan harga minimal pembelian sebesar Rp. 1.000.000 dan jangka waktu 2-3 tahun.

  • Bunga (kupon) obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito

Ada banyak cara untuk menginvestasikan uang. masing-masing cara punya kelebihan dan kekurangannya. Mungkin sudah waktunya kita mencari alternatif lain untuk menginvestasikan uang kita. Yuk, mari bergabung bersama digibank by DBS dan rasakan manfaatnya sekarang juga.

Related posts