Mengenal 4 Hukum Menunaikan Amanah Sebelum Kematian

  • Whatsapp
amanah kematian

Kematian memang dapat menghampiri siapa saja yang masih hidup. Pasalnya, seseorang yang hendak meninggal dunia seringkali menitipkan beberapa pesan, baik kepada keluarga, teman maupun orang terdekat lainnya. Wasiat tersebut dapat berkaitan dengan harta maupun tindakan. Lantas, bagaimana hukum menunaikan amanah sebelum kematian?

Hukum Menunaikan Wasiat Atau Amanah

1. Wajib

Amanah dapat diartikan sebagai pesan atau wasiat yang harus dilakukan. Kata amanah bahkan berasal dari bahasa Arab yang berarti menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, setiap amanah yang dititipkan kepada anda sebaiknya dilakukan. Terlebih lagi jika wasiat tersebut berkaitan dengan pemenuhan hak Allah seperti zakat, nadzar, fidyah puasa dan haji.

Pemenuhan beberapa hal tersebut sebaiknya dilakukan dengan hukum yang berlaku. Misalnya saja, seseorang yang telah meninggal masih memiliki fidyah puasa. Cara membayar amanah yang satu ini dapat dilakukan dengan memberikan makanan kepada orang miskin sebanyak jumlah fidyah puasa yang dimiliki orang meninggal tersebut.

Jika orang yang telah meninggal memiliki fidyah puasa sebanyak 20 hari, maka anda yang diberi amanah sebelum kematian harus menggantikannya. Pemberian makanan diberikan dalam bentuk belum dimasak maupun telah dimasak menjadi lauk. Tentunya, membayar fidyah 20 hari tersebut dapat dilakukan dengan memberi makan 20 orang miskin sekaligus atau 1 orang miskin selama 20 hari.

2. Sunnah

Begitu pula, wasiat ini dapat menjadi sunnah apabila bertujuan untuk kebaikan. Misalnya saja seorang yang telah meninggal merupakan seorang yang kaya raya. Kemudian, ahli waris dari seseorang ini juga tidak terlalu membutuhkan karena sudah memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga, harta waris dapat diberikan kepada umat yang membutuhkan.

Seseorang yang diamanati ini bahkan dapat memberikan beberapa harta untuk kebajikan sebagai bentuk amal dari orang yang meninggal. Kendati demikian, bersedekah dengan cara ini memiliki syarat tidak boleh melebihi 1/3 dari harta tersebut. Oleh karena itu, setiap wasiat sebaiknya dilakukan sebagaimana mestinya.

3. Mubah

Selain itu, amanah sebelum kematian juga memiliki hukum mubah apabila wasiat ini tidak mendatangkan keuntungan maupun kerugian. Pasalnya, seorang yang telah meninggal dan memberikan harta kepada ahli waris yang telah berkecukupan memiliki hukum ini. Kendati demikian, hal ini tentu tetap boleh dilakukan karena tidak bertentangan dengan hukum agama.

Anda juga bisa mendapati hukum wasiat mubah lainnya ketika tidak mendatangkan kemudharatan. Misalnya saja apabila seseorang yang meninggal ingin memberikan harta kepada cucunya. Namun, hal ini tidak akan menimbulkan kedengkian dan cucu dari seorang yang telah meninggal ini belum membutuhkan.

4. Haram

Hukum lain dari menjalankan wasiat ini adalah haram. Hukum haram dapat berlaku ketika amanah yang disampaikan merupakan perbuatan yang tidak baik dan mendatangkan kerugian. Pasalnya, wasiat untuk membangun tempat yang bisa digunakan untuk menjalankan perbuatan maksiat memiliki hukum haram dan tidak boleh dilakukan.

Tentunya, hukum ini juga dapat dilakukan pada perbuatan lainnya jika wasiat atau amanah sebelum kematian mengandung hal yang buruk. Misalnya saja, pembagian warisan yang tidak sesuai dan mampu mendatangkan perpecahan juga memiliki hukum haram dan sebaiknya tidak dilakukan. Pembagian ini bahkan perlu dibenarkan sesuai dengan syarat yang berlaku.

Amanah atau biasa disebut sebagai wasiat memang seringkali dianggap sebagai hal yang harus dipenuhi. Misalnya ingin di makamkan di tempat tertentu, misalnya di pemakaman khusus muslim Sandiego hills Kendati demikian, pesan ini dapat memiliki hukum sebagaimana ulasan di atas dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, anda sebagai orang yang diberi wasiat sebaiknya perlu menjalankan pesan tersebut sebagaimana hukumnya.

Related posts