Penyakit gatal pada kulit sudah pasti sangatlah cukup menyiksa di siang hari, harapannya saat malam bisa tidur nyenyak. Begitu harapan setiap orang. Faktanya, saat malam mulai bergulir, seringnya justru malah kumat. Sudah berganti-ganti posisi, tetap gatal. Akhirnya begadang dan bangun-bangun dalam keadaan mata sayu. Kenapa bisa kumat pas malam-malam?

Saat Malam, Fokus Kita Hanya ke Tubuh

Berbeda dengan pagi hari maupun siang hari yang sibuk dengan beragam aktivitas. Saat malam tiba, khususnya lewat pukul 10 malam, tingkat konsentrasi tubuh Anda mulai meningkat. Tak ada lagi distraksi atau pengalihan pikiran akibat suara, pekerjaan, maupun beragam aktivitas yang konseptual.

Saat mata terpejam, gesekan yang ada pada permukaan bantal pun bisa terdengar. Binatang-binatang kecil yang merambati kulit pun bisa terasa. Padahal saat membuka mata, tidak ada apa-apa. Begitu tingginya konsentrasi Anda, wajar jika efek gatal pada kulit seakan kumat di malam hari.

Sebetulnya, tidak hanya terjadi pada gatal-gatal di kulit saja. Saat Anda batuk maupun terserang penyakit lain pun berpotensi merasakan hal yang sama. Jalan satu-satunya yang paling efektif tanpa perlu keluar biaya adalah dengan pasrah secara total. Nanti cepat atau lambat, kesan gatal bisa berubah jadi ketenangan yang mampu membuat Anda tertidur.

Mengapa Penyakit Gatal pada Kulit Sering Kumat saat Malam

Meningkatnya Produksi Protein Sitokin

Selain karena lebih fokus pada malam hari, kumatnya penyakit gatal pada kulit Anda bisa disebabkan oleh kadar hormon kortikosteroid yang menurun. Hormon itu yang biasanya mencegah terjadinya peradangan pada kulit. Baik kulit wajah maupun yang ada di sekujur tubuh.

Bukan hanya itu. Efek menurunnya kadar hormon kortikosteroid diperparah oleh peningkatan kadar protein sitokin. Protein tersebut sebetulnya muncul juga pada pagi maupun siang hari saat Anda beraktivitas. Hanya saja, levelnya naik pada malam hari.

Dalam illmu medis, peningkatan produksi protein sitokin itu disebabkan oleh perubahan ritme sirkadian. Ritme sikardian sendiri yang selama ini menentukan waktu pencernaan di dalam perut. Misalnya saat siang hari perut aktif mencerna makanan. Maka malam hari mesti istirahat.

Efek dari Kulit Kering

Kulit kering dengan kulit mengering itu berbeda. Kulit bisa mengering karena lebih dulu basah. Sedangkan kulit kering pada awalnya memang benar-benar kering. Penyebabnya bisa karena iritasi, kekurangan cairan, serta terjadinya perubahan suhu udara yang ekstrem. Apakah kondisi kulit kering begitu berbahaya untuk kulit gatal?

Betul. Gatal-gatal bisa terjadi akibat kulit kering. Bahkan dalam waktu lama, efek kulit kering bisa memperparah keadaannya saat malam hari. Ciri-ciri kulit kering antara lain timbul kemerisik pada kulit saat dibelai dan gampang pecah.

Umumnya kulit kering terjadi pada musim kemarau, namun bisa juga terjadi di musim penghujan. Tergantung kebiasaan Anda dalam menjaga pola hidup sehati setiap harinya. Sebelum tidur maupun saat bangun, tak ada salahnya untuk melapisi kulit Anda dengan pelembab. Bisa pula dengan tabir surya sebelum beraktivitas di siang harinya.

Perlu perhatian khusus untuk menyembuhkan penyakit gatal pada kulit. Salah satunya yang berkaitan dengan kesehatan serta kebugaran tubuh. Ketika kulit sudah sehat, wajib bagi Anda untuk terus merawatnya. Sebab, kesehatan serta kebugaran tubuh Anda mampu menjamin setiap pekerjaan bisa tunai secara optimal.